Selain Mahasiswi, Staf di UHO juga Menjadi Korban Oknum Guru Besar Cabul

Dengarkan Versi Suara

Inikatasultra.co, Kendari – Laporan dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru besar Universitas Halu Oleo (UHO) kembali dimasukkan di Rektorat UHO. Kali ini, datang dari dua orang mahasiswi dan salah seorang staf di UHO.

“Laporannya sudah kami terima,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO Nur Arafah di Kendari kepada JPNN Sultra, Senin (1/8).

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Rektor UHO Prof M Zamrun F dan kini ada di tangan Dewan Kehormatan Kode Etik dan Disiplin (DK KED) UHO.

Prof Donjuan Terbukti Melanggar Kode Etik

Yang dilaporkan adalah Prof Donjuan, sebut saja begitu yang sebelumnya dinyatakan melanggar kode etik oleh Dewan Kehormatan Kode Etik dan Disiplin pada Rabu (27/7) lalu.

Ketua Dewan Kehormatan Kode Etik dan Disiplin La Iru menyatakan Prof Donjuan terbukti melanggar kode etik dengan memanggil Shenia -nama disamarkan- ke rumahnya untuk mengerjakan dan memeriksa tugas serta merekap nilai.

“Pelapor dipanggil terlapor melalui telepon. Di sana, pelapor mengerjakan, memeriksa tugas-tugas, dan merekap nilai, itu pelanggaran etik,” ucap La Iru, Rabu (27/7).

Prof Donjuan Menanti Sanksi dari Rektor UHO

Meski tak menyebutkan sanksi yang dikenakan terhadap Prof Donjuan, lanjutnya, tim Ad Hoc telah memberikan rekomendasi kepada Rektor UHO M Zamrun F terkait sanksi tersebut.

Namun, ia mengisyaratkan terlapor akan dikenakan sanksi sedang.

“Sanksinya ada ringan, sedang, dan berat. Tapi belum bisa kami sampaikan, itu keputusan rektor, kami hanya merekomendasikan. Mungkin sanksinya bisa sedang,” katanya

La Iru menegaskan bahwa Dewan Kehormatan KED UHO hanya memproses pelanggaran etik, bukan pidana dugaan pelecehan seksual.

Hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawa Negeri Sipil.

Menunggu Sidang Etik Lagi

Dengan adanya laporan dua mahasiswi dan seorang staf di UHO, DK KED UHO bakal menggelar sidang lagi.

Wakil Rektor Nur Arafah mengatakan laporan dua mahasiswi atas Prof Donjuan dilakukan secara tertulis. Sementara Staf UHO hanya disampaikan secara lisan. “Namun staf itu siap hadir dan memberi kesaksian,” katanya. (mcr6/jpnn)

Artikel ini telah tayang diJPNN.comdengan judul
“Selain Mahasiswi, Staf di UHO juga Menjadi Korban Oknum Guru Besar Cabul”,

TERKINI