Alfin, Aktivis Muda Siap Kawal Investasi Di Sultra

Dengarkan Versi Suara

KENDARI – Mahasiswa Sultra yang tergabung dalam Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) akan mengawal investasi di Sultra dengan cara ikut menjaga dan mendukung percepatan pembangunan dan Investasi oleh pihak investor dan pemerintah.

Hal itu disampaikan Ketua GPMI Alpin, saat di temui awak media di Rumah Makan Ratu Alam II, Jumat 5 Agustus 2022.

Kata dia, Organisasi yang dipimpinya sangat mendukung hadirnya investasi positif di Sultra, karena tanpa adanya investasi di Sultra khususnya Kota Kendari tidak akan ada pertumbuhan pembangunan seperti kota-kota yang diharapkan.

Alpin sangat yakin bahwa hadirnya investasi, selain mendorong pertumbuhan ekonomi juga akan menyerap banyak tenaga pekerjaan.

“investasi diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat yaitu dengan memperbesar lapangan kerja. Karena dengan investasi tentu akan tercipta roda-roda kegiatan kemudian di situ akan dapat menyerap banyak tenaga kerja,” kata Alpin.

Lanjut Alpin menerangkan bahwa pihaknya juga akan menolak Investasi yang tidak sesuai dengan aturan dan melanggar hukum seperti ilegal mining, illegal loging dan semacamnya.

“Selama investasi itu sesuai dengan aturan dan undang-undang pasti kita kan dukung,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Alpin mengajak mahasiswa-mahasiswa pergerakan untuk menciptakan kondisi yang kondusif,aman, dan tentram .

“Mari kita sama-sama, mari kita dukung investasi positif dan dukung investor untuk masuk di Sulawesi Tenggara. Mari kita kawal percepatan pembangunan sampai masyarakat Sultraikut merasakan kesejahteraan yang setimpal, “ucap Alpin.

Harapan kami agar investor tidak ragu-ragu untukl berinvestasi di Sultra, karena yang paling cocok adalah Sulawesi Tenggara.

“Jangan ragu datang ke Sultra, karena Sultra damai dan sangat cocok untuk investasi. Kami akan mengawal dan mendukung agar kehadiran investasi benar-benar memberikan manfaat untuk pemerintah dan khususnya masyarakat,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, menyambut baik rencana investasi pembangunan industri pabrik baterai dan baja di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Rencana investasi tersebut dipaparkan dalam pertemuan yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin 1 Agustus 2022.

Adalah PT. Terra Paradisaea yang menggandeng China ENFI Engineering Corporation (ENFI) terkait rencana investasi industri smelter HPAL (Baterai) dan RKEF (Stainless/baja) di Kabupaten Kolaka Utara. Total investasinya mencapai Rp130 triliun.

Gubernur Sultra, Ali Mazi sangat mengapresiasi rencana PT. Terra Paradisaea, apalagi status perusahaan tersebut merupakan perusahaan nasional yang tentunya harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Sebagai kepala pemerintah daerah Sulawesi Tenggara, Ia yakin yakin kehadiran investor akan memberikan angin segar.

“Saya pasti bantu, kalau masalah Hutan Lindung nanti kita lihat RT/RW-nya, saya pasti akan bantu kalau perlu sampai ke kementerian karena niatnya baik. Asalkan PT. Terra Paradisaea ini serius, punya anggarannya dan mau kerja,” katanya.

Gubernur Ali Mazi bahkan menegaskan untuk mempercepat proses pembangunan industri smelter tersebut, jika memungkinkan ia akan mengelurkan izin sementara. Gubernur Ali Mazi juga mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak menghalangi ketika ada investor yang akan masuk.

“Investor ini kan masuk untuk kepentingan warga, kehadiran mereka untuk warga. Kami imbau jangan halangi kalau dihalangi kapan akan tumbuh dan berkembang daerah itu. Tumbuh dan berkembangnya daerah itu, tergantung kalau ada investor masuk,” imbau Gubernur Ali Mazi.

Selaras dengan hal tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Sultra Anton Timbang mengaku akan terus berupaya dan membuka jaringan agar iklim investasi dan berbagai agenda nasional terus terlaksana di Sulawesi Tenggara. Anton Timbang juga membeberkan bahwa kehadiran PT. Terra Paradisaea sebagai salah satu perusahaan nasional yang memiliki niat baik harus didukung penuh.

“Kondisi investasi di Indonesia itu tercatat enam persen dari perusahaan nasional dan dari luar 94. Pembangunan smelter baru kali ini putra daerah yang membangun di daerah kita, jadi harus kita dukung,” katanya. (red)

TERKINI