Presiden akan Resmikan Pengoperasian Kapal Feri antar Pulau di Wakatobi

Dengarkan Versi Suara

KENDARI – Presiden Jokowi akan dijadwalkan hadir dipelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Summit 2022 di Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang berlangsung pada 8-10 Juni 2022 mendatang.

Pada kesempatan itu salah satu agenda Jokowi, akan meresmikan pengoperasian kapal feri antar pulau di Pelabuhan Rakyat Wanci, Kabupaten Wakatobi , Provinsi Sulawesi Tenggara.

Hal itu disampaikan Pj. Sekretaris Daerah Sultra Asrun Lio saat memimpin jalannya rapat dari Sultra dengan didampingi Bupati Wakatobi Haliana beserta jajajannya beberapa waktu lalu. Yang dihadiri para pejabat tinggi pratama lingkup Pemprov Sultra .

Pada rapat pemantapan tersebut Pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Summit tahun 2022 akan diisi dengan sejumlah kegiatan.

Setidaknya, ada sebelas kegiatan yang akan mengiringi kegiatan puncak GTRA Summit 2022. Kegiatan tersebut bakal dihadiri Presiden Joko Widodo. Pertama, pembukaan GTRA Summit di Marina Togo Mowondu. Kedua, pembagian sertifikat secara door to door di Mola Raya.Ketiga, aksi konservasi pelepasan tukik di Patuno Resort.

Keempat, penyerahan bantuan dan dialog dengan penerima PKH di Pasar Pagi Pongo. Kelima, menyaksikan penandatanganan MoU Program. Kawasan Wisata Bebas Puntung Rokok antara Union Paris dengan Aspeksindo.

Keenam, peninjauan Expo UMKM di Marina Togo Mowondu.

Ketujuh, peluncuran operasional layanan Telemedicine Program Jaminan Kesehatan Nasional. Kedelapan, Penganugerahan Dive Spot “Jokowi Poin” dan Transplantasi Karang di Marina Togo Mowondu.

Kesembilan, Parade 1000 Perahu Nelayan di Marina Togo Mowondu-Mola Raya. Kesepuluh, peresmian pengoperasian kapal feiantar pulau di Pelabuhan Rakyat Wanci. Kesebelas, peninjauan Pasar Sentral Wakatobi (Mola) dan pemberian bantuan bagi para pedagang pasar.

 

KMP Sultan Murhum II, menghubungkan empat pulau di Wakatobi

 

Ditempat terpisah, Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra, Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf, Amd.LLAJ, MH, CPCE ., mengatakan satu unit kapal feri yg peruntukannnya untuk KSPN Wakatobi, posisinya sudah di Pelabuhan Penyeberangan Wanci. Kapal ini dibangun Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dan akan segera dioperasikan. Kapal baru tersebut dinamai KMP Sultan Murhum II.

Kata dia, Kapal feri itu nantinya akan menghubungkan empat kepulauan di Kabupaten Wakatobi, yakni pulau Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Sehingga kami berharap hadirnya KMP Sultan Murhum II, mampu menarik wisatawan maupun lalu lintas keluar masuk barang sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah kepulauan.

Kapal tersebut tergolong besar yakni tonase kotor 663 GT. kapal ini nantinya dioperasikan oleh PT. ASDP . KMP Sultan Murhum II dapat menampung sekitar 300 orang dan 18 unit kendaraan campuran.

“KMP Sultan Murhum II ini merupakan pesanan langsung dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Dengan hadirnya KMP Sultan Murhum II, Pelabuhan rakyat di empat pulau di Wakatobi sudahi bisa disambungkan, yakni Pulau Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko,”katanya.

Lanjut dia, Sultra terkenal dengan kepulauannya dan tidak sedikit pulaunya mengandung sumber daya yang luar biasa ada tambang emas, nikel dan dari sisi lautnya ada pariwisatanya yang kita kenal dengan Wakatobi,” jelasnya.

Pria Kelahiran Bantaeng itu mengatakan, Sultra memiliki kurang lebih 650 pulau dan 80 pulau yang berpenghuni. Tentunya diperlukan sarana tranportasi bukan hanya laut dan udara, tetapi yang diperlukan adalah pelabuhan penyeberangan yang dinilai paling efektif.

Terlebih Sultra merupakan provinsi ke 2 (dua) terbanyak pelabuhannya setelah Maluku. Di Rultra saat ini tercatat ada 26 pelabuhan Penyebrangan dengan total lintasan, 15 lintasan.

Kata dia, Pelabuhan penyeberangan Tomia- Binongko dibangun tahun 2019 selesai 2021, dan efektif dimanfaatkan 2022, sementara pelabuhan penyeberangan Kaledupa kita bangun 2018 selesai 2020. Pelabuhan-pelabuhan tersebut dibanun melalu anggaran SBSN dan menjadi pendukung kawasan pariwisata Wakatobi.

“Jadi bisa saya katakan bapak Presiden RI Joko Widodo melalui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, menghadirkan transportasi darat di wilayah Sultra dengan membangun pulau terluar seperti Binongko yang akan kita hubungkan dengan pulau Wanci. Lintasanya akan menhubungkan daratan buton dan pulau wakatobi. Dengan dua kapal, 1 kapal yg existing KMP Bahteramas II selama ini melayani Kamaru Wanci akan ditambah lintasan Wanci – Kaldupa, dan KMP Sultan Muhrum II melayani lintasan Kaledupa – Tomia – Binongko dan Kamaru.

Wanci-Kaledupa sekitar 34 mil jarak tempuh 3 jam, Kaledupa – Tomia 34 mil jarak tempuh 3 jam dan Tomia-Binongko 18 mil sekitar 1,5 dan jam,denganbrata rata kecepata 10 knot. Alhamdulillah anggaran subsisdi dari Ditjen Hubdat sudah kintrak ”pungkasnya. (p2)

TERKINI