Kurangi Resiko Bencana, BPBD Sultra Lakukan Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi

Dengarkan Versi Suara
Suasana simulasi kesiapsiagaan tanggap darurat bencana di BPBD Sultra.

 

KENDARI, InikataSultra.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berkomitmen untuk terus memberikan pelatihan dan edukasi terkait tanggap darurat bencana. Kali ini, BPBD melaksanakan persiapan simulasi tanggap darurat bencana alam gempa bumi pada Senin pagi (25/4).

Kegiatan gladi persiapan simulasi tanggap bencana alam gempa bumi tersebut dihadiri oleh TNI AD, TNI AL, Brimob, Lanud, Bapedda Provinsi Sultra, Lanal KDI, Tagana Dinsos, LSM dan Relawan Bencana.

Sekertaris BPBD Provinsi Sultra, Andrian Nursalam mengatakan, pihaknya melakukan gladi persiapan simulasi tanggap bencana alam gempa bumi yang dilaksanakan guna menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang akan diperingati tanggal 26 April 2022.

“Simulasi kesiapsiagaan dilakukan agar meminimalisir resiko terjadinya korban jiwa. Karena dalam simulasi, diperagakan cara yang aman untuk mengantisipasi ketika terjadi gempa yaitu jika di dalam gedung, maka harus mencari tempat yang luas dan terbuka agar terhindar dari reruntuhan bangunan,” ungkap Andrian.

Pada persiapan simulasi tersebut, pegawai BPBD Provinsi Sultra berlarian ke luar kantor untuk mempraktikkan situasi saat terjadi bencana alam gempa bumi.

Dengan simulasi ini, lanjutnya, ketika terjadi bencana, pihaknya sudah punya dokumen atau perencanaan yang nanti dijadikan standar operasional penanggulangan bencana. “Jadi kita sudah kalkulasi, karena mungkin saja ada bangunan yang runtuh, jadi saat itu sudah siap untuk diantisipasi oleh tim termasuk perawatannya, misalnya mau membelah beton itu, sudah ada alatnya,” ucapnya.

Setelah rencana operasional, selanjutnya pihak BPBD sultra akan menurunkan yang perintah operasional terkait tanggap darurat bencana alam.

“Sehingga saat menghadapi bencana tidak gugup dan tidak sibuk dalam hal berkoordinasi. Serta kita akan mengetahui jika dalam situasi bencana kita harus seperti apa. Jadi betul-betul ini kita menyiapkan kesiap-siagaan dini,” cetusnya.

Dia menambahkan, simulasi yang dilaksanakan merupakan rangkaian dari kegiatan penyusunan rencana kontigensi atau rencana peristiwa bencana. Penyusunan rencana kontigensi tersebut merupakan hasil dari identifikasi dan kajian terhadap suatu wilayah terkait potensi bencana yang kemungkinan terjadi.

“Sekaligus kita bisa menghitung atau mengukur kapasitas yang ada, termasuk personil ini peralatannya seperti apa,” tutupnya. (r5/rs)

TERKINI