PKS Yakin Teriakan Apdesi ‘Jokowi 3 Periode’ Bukan Suara Masyarakat Desa

Dengarkan Versi Suara
Jubir PKS Muhammad Kholid

 

INIKATASULTRA.CO,KENDARI – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) menggaungkan wacana ‘Jokowi 3 periode’. Juru bicara PKS Muhammad Kholid yakin teriakan itu suara individu, bukan cerminan masyarakat desa.
“Teriakan itu tidak mencerminkan suara masyarakat desa. Bisa jadi itu aspirasi individu saja, jadi tidak bisa merepresentasikan suara dan kehendak masyarakat desa,” kata Kholid kepada wartawan, Rabu (30/3/2022).

Kholid yakin mayoritas kepala desa taat pada konstitusi yang ada. “Saya percaya mayoritas kepala desa taat pada konstitusi dan menghendaki demokrasi berjalan sesuai dengan konstitusi,” ujarnya.

Dia berharap tidak ada upaya politisasi dari teriakan tersebut. Kholid menilai seorang kepala desa seharusnya memberi contoh untuk tetap pada jalur konstitusi.

“Tentu kami berharap tidak ada upaya politisasi dan penggiringan ya, dan kami juga berharap para kepala desa berikan contoh yang baik agar kehidupan bangsa kita sesuai dengan jalur konstitusi,” tuturnya.

Kholid lantas menanggapi teriakan 3 periode itu untuk jabatan kepala desa. “Sudah benar itu 3 periode maksudnya buat kepala desa, kalau presiden ya cukup 2 periode. Jadi kalau bapak presiden mau 3 periode itu bisa, tapi bukan jadi presiden, melainkan jadi kepala desa. Karena peraturannya membolehkan,” ucapnya.

Teriakan 3 Periode

Dilansir CNNIndonesia, Selasa (29/3), momen diteriaki ‘3 periode’ itu terjadi saat Jokowi hendak meninggalkan lokasi acara silaturahmi Apdesi. Massa saat itu tengah menunggu Jokowi di luar pagar sambil dijaga oleh Paspampres.

Lalu saat Jokowi keluar pintu, mereka menyapa Jokowi. Ketika itu, Jokowi langsung mendekat ke para peserta.

Sejumlah peserta pun langsung berteriak ke arah Jokowi. Mereka meneriakkan Jokowi 3 periode.

“Tiga, Pak! Tiga, Pak!” ujar seorang peserta.

“Pak Jokowi tiga periode!” kata peserta lainnya.

Jokowi Tegaskan Patuhi Konstitusi

Presiden Jokowi buka suara soal teriakan 3 periode yang disampaikan warga saat dia berkunjung di daerah. Jokowi mengaku sering mendengar teriakan seperti itu.

“Yang namanya keinginan masyarakat, yang namanya teriakan-teriakan seperti itu, kan sudah sering saya dengar,” kata Jokowi setelah meninjau Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022).

Hal itu disampaikan Jokowi terkait pertanyaan soal teriakan 3 periode dari warga yang terdengar dalam perjalanan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Pasar Baledono di Purworejo hingga Pasar Rakyat di Magelang.

Jokowi mengaku tetap patuh pada konstitusi. Dia mengatakan konstitusi telah mengatur secara jelas pembatasan masa jabatan presiden.

“Tetapi yang jelas, konstitusi kita sudah jelas. Kita harus taat, harus patuh terhadap konstitusi, ya,” ujar Jokowi.(RS)

TERKINI