MotoGP Mandalika Tak Rasional dan Mendebarkan

Dengarkan Versi Suara
MotoGP Mandalika jadi sorotan media asing.

 

 

 

INIKATASULTRA.CO,KENDARI – MotoGP Mandalika 2022 di Sirkuit Mandalika dianggap memberikan hasil yang tidak rasional dan menampilkan pengalaman yang mendebarkan sepanjang akhir pekan lalu.
Dorna Sports selaku pengelola MotoGP menempatkan MotoGP Mandalika pada seri kedua setelah MotoGP Qatar.

Penempatan itu jadi ujian besar bagi MGPA dan ITDC yang sebagai penyelenggara MotoGP Mandalika. Pasalnya, saat tes MotoGP Mandalika yang merupakan pengujian bagi Sirkut Mandalika, Februari lalu, sejumlah catatan didapat, yaitu perbaikan pada permukaan sirkuit.

Sebagai sirkuit baru, Sirkuit Mandalika menawarkan pemandangan indah pantai dan lautan sebagai nilai lebih dari MotoGP Mandalika.

Nuansa eksotis itu diharapkan bisa memberikan pengalaman berbeda kepada para pembalap MotoGP seperti Marc Marquez, Fabio Quartararo, maupun adik Valentino Rossi, Luca Marini.

Hanya saja, pagelaran MotoGP Mandalika sedikit terusik dengan ban yang ditawarkan Michelin sebagai pemasok ban untuk tim-tim MotoGP.

Dengan kondisi lintasan yang begitu panas, Michelin disebut memberikan ban yang sama dengan edisi 2018. Sementara tim-tim MotoGP membuat penyesuaian motor untuk ban seri terbaru.

Di luar persoalan ban, pecinta MotoGP juga dipaksa mengelus dada setelah tahu Marc Marquez harus absen di MotoGP Mandalika akibat kecelakaan dalam pemanasan.

Trek Sirkuit Mandalika yang begitu panas membuat balapan dipangkas dari 27 lap menjadi 20 lap. Alih-alih akan terjadi balapan di bawah terik panas di Mandalika, hujan deras turun menjelang balapan.

Sebelum race direction memutuskan membuka pit lane, Rara Istianti Wulandari yang notabenenya pawang hujan beraksi. Rara pun jadi sorotan di Indonesia dan dunia.

Setelah Rara bekerja, race direction memutuskan MotoGP Mandalika digelar dengan status balapan basah selama 20 lap.

Begitu MotoGP Mandalika digelar dalam kondisi full wet, banyak pihak memprediksi pembalap Ducati Jack Miller akan tampil sebagai pemenang. Selama ini Miller dianggap sebagai master di balapan basah.

Akan tetapi, situasi berbeda terjadi, Miguel Oliveira dari KTM membukukan kemenangan telak usai unggul +2,205 detik atas Fabio Quartararo setelah mencatatkan waktu 33 menit 27,2230 detik.

Media Spanyol Marca, menyebut balapan MotoGP Mandalika memiliki surealisme atau suatu hal di atas realisme dan juga mengandung makna nonrasional.

Hal lain yang di luar prediksi ketika Fabio Quartararo jadi runner up MotoGP Mandalika. Quartararo yang dalam beberapa balapan terakhir, termasuk musim lalu, mengalami penurunan, tampil begitu apik di Mandalika.

Pembalap asal Prancis itu kewalahan pada lap-lap awal, namun menjelang akhir tampil ciamik dengan menyalip Johann Zarco dan Miller, sehingga finis di belakang Oliveira.

Usai balapan, Fabio Quartararo dengan bangga mengakui prestasi di MotoGP Mandalika adalah podium pertamanya dengan balapan basah. Hasil itu juga jadi catatan bagus bagi juara bertahan setelah menjadi yang tercepat dalam latihan bebas dan meraih pole position.

Quartararo membuktikan Sirkuit Mandalika benar-benar cocok dengan karakter motor Yamaha.

Sementara itu, Motorsportmagazine melaporkan MotoGP Mandalika memberikan balapan yang mendebarkan setelah dua latihan bebas dalam kondisi yang panas dan menyulitkan pembalap.(RS)

Sumber: Rakyat Sultra

TERKINI