Hutan Mangrove Terbesar Dunia Ingin Buat Hotel dan Taman Hiburan

Dengarkan Versi Suara
Taman Nasional Sundarbans

 

INIKATASULTRA.CO  – India bukan hanya kaya akan budaya, tapi juga rumah bagi hutan mangrove terbesar dunia. Rencananya, hutan mangrove ini akan dibuat makin cantik.
Taman Nasional Sundarban merupakan muara hutan bakau terbesar dunia. Memiliki luas lebih dari 10.000 km, Sundarban menjadi perbatasan dua negara yaitu Bangladesh dan West Bengal, India.

Dilansir dari Times of India, Senin (14/3/2022) Menteri Pariwisata Negara Bagian West Bengal, Indranil Sen mengatakan kepada Majelis bahwa pemerintah akan meningkatkan infrastruktur pariwisata di Sundarban.

“Pemerintah Negara Bagian terlibat dengan sektor swasta dalam merencanakan sejumlah kemungkinan infrastruktur di Sundarban,” ucap Sen.

Pembangunan infrastruktur yang dimaksud adalah hotel ramah lingkungan dan taman hiburan. Rencananya dua atraksi utama ini akan dikembangkan di area hutan Sundarban.

Untuk menggenjot pariwisata, Negara Bagian West Bengal telah memperkenalkan berbagai paket wisata di Sundarban. Mulai dari wisata kapal yang mengajak wisatawan untuk melihat keindahan hutan bakau terbesar dunia.

Tapi sayangnya, atraksi ini masih dirasa kurang oleh pemerintah. Menurut laporan, pemerintah di West Bengal berharap untuk memulai layanan rumah perahu di Sundarban salam enam bulan ke depan.

Dari data yang dimiliki oleh India, taman nasional ini memiliki 50 spesies mamalia, 315 jenis burung dan 59 jenis reptil. Bahkan, Sundarban menjadi rumah terakhir bagi Harimau Royal Bengal.

Kekayaan Sundarban menjadi penghidupan bagi hampir dari setengah juta orang yang hidup di dekat hutan mangrovenya. Menjadi nelayan, warga lokal bisa menangkap berbagai macam ikan, kepiting sampai mengumpulkan madu hutan.

Berada di maura sungai Gangga, Taman Nasional ini masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO. Selain memiliki kepentingan ekonomi, Taman Nasional Sundarban adalah penghalang badai, pengaman pantai perangkap sedimen dan sumber berbagai organisme akuatik, bentuk dan darat.

Namun sayang, keberadaan Sundarban kini mengkhawatirkan. Seperti diberitakan oleh BBC, pulau-pulau di taman nasional ini mulai tenggelam. Naiknya muka air laut karena pemanasan global menjadi penyebab utama.(RS)

Sumber: Rakyat Sultra

TERKINI