Bayi di Kendari Meninggal Saat Perjalanan ke RS Gegara Ambulans Mogok

Dengarkan Versi Suara
Ilustrasi bayi di Kendari meninggal gegara ambulans mogok

 

INIKATASULTRA.CO , KENDARI – Viral di media sosial seorang bayi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal usai ambulans yang membawanya ke Puskesmas kehabisan bensin di perjalanan. Dinkes Kendari angkat bicara dan mengatakan kondisi bayi memang dalam kondisi buruk sejak awal.
Dalam unggahan beredar disebutkan bahwa ibu korban yang sedang hamil tua melahirkan di Puskesmas Poasia Kendari pada Sabtu (12/3) sekitar pukul 05.00 Wita. Selanjutnya pihak Puskesmas merujuk bayi ke rumah sakit (RS) karena kondisinya memburuk.

Selanjutnya ambulans yang membawa bayi kehabisan bensin dalam perjalanan ke rumah sakit membuat penanganan bayi sempat tertunda. Kemudian ada pengendara yang memberikan bantuan membawa bayi ke RS tujuan.

Namun tanpa alasan yang jelas, pihak RS disebut mengembalikan bayi ke Puskesmas. Bayi kemudian dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas.

Penjelasan Dinkes Kota Kendari

Kadinkes Kendari Rahminingrum turut buka suara terkait insiden ambulans kehabisan bensin dan bayi yang diantarnya meninggal. Dia mengatakan bayi atau korban terlahir dalam kondisi napas tersumbat.

“Memang kondisi bayi pada saat lahir sudah sangat tidak baik. Bayi (lahir) tidak menangis karena tersumbat jalan napas,” kata Rahminingrum kepada wartawan, Senin (14/3/2022).

Rahminingrum menduga kondisi bayi memburuk karena usia kehamilan sang ibu sudah memasuki usia 10 bulan. Akibatnya bayi diduga lahir dalam kondisi meminum air ketuban ibunya.

“Usia kehamilan sang ibu diperkirakan sudah memasuki usia 10 bulan,” paparnya.

Rahmi memastikan tim medis Puskesmas Poasia sudah melakukan penanganan bayi lahir sesuai standar prosedur yang berlaku. “Bayi ditangani dengan penanganan asfiksia di Puskesmas sambil mempersiapkan rujukan ke RSUD Kota Kendari,” ujarnya.

Namun saat perjalanan dirujuk ke RSUD Kota Kendari mobil ambulans yang melakukan pengantaran tersebut mengalami mati mesin. Tapi, Rahmi tidak menjelaskan secara rinci penyebab ambulans mati mesin.

“Dalam perjalanan terjadi hal yang tidak diinginkan yaitu mesin mobil ambulans mati,” paparnya.

Mengetahui kondisi mobil ambulans mati, petugas dan keluarga berinisiatif menumpang kendaraan yang lewat untuk melanjutkan perjalanan ke rumah sakit rujukan.

“Setelah tiba di rumah sakit, petugas langsung memberikan tindakan. Namun bayi dinyatakan meninggal,” papar dia.(RS)

Sumber: Rakyat Sultra

TERKINI