Geger 61 Ton Minyak Goreng di Makassar Ditimbun Lalu Dijual ke Industri

Dengarkan Versi Suara

MAKASSAR – Penimbunan minyak goreng curah di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terbongkar. Minyak goreng yang semula untuk konsumsi rumah tangga justru dijual ke Industri.
Penimbunan minyak goreng ini melibatkan PT Smart TBK. Polisi turun tangan menyelidiki kasus ini.

“Hasil penyelidikan Satgas Pangan, ditemukan adanya penyalahgunaan minyak goreng milik PT Smart Tbk yang dikirim dari kabupaten Tarjun, Kalimantan Selatan. Ada 61,18 ton minyak goreng curah yang harusnya untuk rumah tangga malah sudah dialihkan atau dijual ke industri,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana dalam konferensi pers di Makassar dilansir detikSulsel,

 

Komang menambahkan PT Smart Tbk mengangkut total 1.850 ton minyak goreng curah yang diangkut menggunakan vessel tanker menuju pelabuhan Makassar sebagai kewajiban melaksanakan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO). Setelah diselidiki, ternyata ada 138 ton minyak curah untuk rumah tangga malah dialihkan ke kepentingan industri.

Karena penyelewengan ini, harga penjualan minyak curah tak terkendali. Harga eceran tertinggi (HET) minyak curah pasar tradisional yang seharusnya Rp 11.500 per liter kini menjadi Rp 15.000 per liter.

“Ini baru terjadi di Februari. (Soal keterkaitan dengan daerah lain) nanti akan diambil alih penyidikan Mabes untuk pengembangan,” jelasnya.

Komang mengatakan nantinya akan diselidiki lebih lanjut ada-tidaknya bukti yang merangah ke pidana. “Akan dikenakan sanksi larangan dan pencabutan izin ekspor. Juga melanggar Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 133 UU Nomor 18 Tahun 2018 tentang pangan dan Pasal 14 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang KPPU,” pungkasnya.(RS)

 

Sumber: Rakyat Sultra

 

TERKINI