Desa Gerak Makmur Busel Ditunjuk Jadi Kampung Nelayan Maju

Dengarkan Versi Suara

 

Kadis DKP Busel, La Kali

 

BATAUGA- Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menunjuk Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan menjadi salah satu Kampung Nelayan Maju dari 120 desa se-Indonesia.

Penunjukkan itu dilakukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan negeri Gajah Mada.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Busel, La Kali menuturkan Desa Gerak Makmur menjadi proyek percontohan (pilot projeck) pihaknya dalam mewujudkan nelayan Buton Selatan yang cerdas, kreatif dan berkembang.

Pasalnya, program Kementerian Kelautan dan Perikanan itu dapat memberikan edukasi dan pendampingan serta pelatihan bagi para nelayan Busel untuk menjadi lebih baik lagi.

“Ini adalah program yang sangat baik untuk nelayan kita yang ada di Buton Selatan. Setidaknya dengan program ini dapat menciptakan nelayan-nelayan tangguh demi meningkatkan kesejahteraan anggota keluarganya,” tuturnya.

Kata dia, selain memberikan edukasi dan pendampingan, program tersebut juga akan berperan penting dalam peningkatan fasilitas umum, fasilitas kesehatan bahkan sarana air bersih. Pasalnya, dalam lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman tentu akan memberikan efek positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Dari 120 desa yang ada ini, KKP memberikan suntikan dana segar hingga mencapai Rp 90 miliar. Dan dana tersebut kita gunakan untuk meningkatkan kwalitas hidup masyarakat nelayan kita,” tambahnya.

Dia menambahkan, dalam menyukseskan program tersebut pihaknya kemudian mengajukan data dukung di KKP RI. Selain itu pula, belum lama ini pihaknya bersama Pemerintah Desa Gerak Makmur gencar melakukan sosialisasi agar diketahui oleh masyarakat sekitar.

“Sebelum ditetapkan sebagai kampung nelayan maju kita telah mengusulkan 2 desa yakni Desa Bahari dan Desa Gerak Makmur. Namun karena Desa Bahari sudah dianggap mapan maka Desa Gerak Makmur lah kemudian ditetapkan sebagai kampung nelayan maju itu. Apalagi pihak KKP hanya menetapkan 1 desa untuk satu kabupaten yang akan menjadi pilot projeck program ini,” jelasnya

Pihaknya berharap dengan hadirnya Desa Gerak Makmur sebagai kampung nelayan maju, memberikan efek domino kepada desa-desa lain yang tersebar di Kabupaten Beradat ini. Terlebih, Buton Selatan memiliki nelayan yang cukup banyak hingga mencapai 12 ribu orang.

“Kalau di Desa Gerak Makmur ini ada 300 lebih nelayannya namun yang sementara tercatat memiliki kartu nelayan (KUSUKA) itu baru 170 an orang. Hal ini berkenaan dengan aktivasi KTP yang belum dilakukan oleh masyarakat nelayan itu sendiri,” tutupnya. (rs)

Sumber: Rakyat Sultra

TERKINI